Serigala Maned
Lainnya / 2026

Coyote adalah pemulung dan predator oportunistik, jadi mereka akan memakan apa pun yang tersedia untuk mereka. Coyote secara teknis adalah omnivora, yang berarti mereka memakan tumbuhan dan hewan. Namun, mereka kebanyakan karnivora karena daging membentuk setidaknya 90% dari makanan mereka.
Yah, mereka biasanya memakan mangsa kecil seperti tikus , tupai, burung, ular , lembing , kadal , tikus, kelinci, dan serangga. Namun, mereka juga akan memakan mangsa yang lebih besar seperti rusa jika mereka dapat menangkapnya.
Bagian dari keberhasilan coyote sebagai spesies adalah kemampuan beradaptasi makanannya. Karena itu, coyote diketahui memakan sampah manusia dan hewan peliharaan. Buah-buahan dan sayuran adalah bagian penting dari diet coyote di musim gugur dan musim dingin. Coyote juga akan mengkonsumsi sejumlah besar bangkai (bangkai hewan), namun mereka lebih suka daging segar.
Coyote adalah predator oportunistik, yang berarti bahwa mereka akan memakan apa pun yang tersedia untuk mereka. Mereka biasanya memakan mangsanya utuh, tetapi mereka juga akan mengais bangkai (binatang mati). Mereka adalah hewan yang cerdas dan akan menyesuaikan gaya berburu mereka agar sesuai dengan jenis mangsa yang mereka intai.

Mereka hanya berburu untuk makan, mereka tidak melakukannya untuk olahraga, dan tanda terbesar dari serangan Coyote adalah rongga perut terbuka dengan organ dalam hilang. Seekor Coyote mungkin membawa mangsa yang lebih kecil beberapa ratus meter hingga satu mil sebelum memakannya.
Ada beberapa makanan yang tidak bisa dimakan coyote. Buah jeruk misalnya, tidak baik untuk mereka karena mengandung asam yang bisa membuat mereka sakit. Coyote juga biasanya tidak memakan tanaman, meskipun mereka kadang-kadang memakan buah beri, serta buah-buahan, sayuran, dan rumput lainnya. Terkadang mereka akan memakan makanan yang beracun bagi mereka meskipun berisiko. Khususnya anggur di daerah penanaman anggur di mana tanaman merupakan sumber makanan potensial.
Sebagai anggota famili canidae, makanan yang beracun bagi anjing juga beracun bagi coyote. Makanan yang aman bagi kita manusia berpotensi berakibat fatal bagi coyote. Mungkin dengan beberapa makanan mereka kurang sensitif dibandingkan anjing peliharaan, tetapi sebagai spesies Canidae, mereka masih rentan. Berikut adalah beberapa makanan paling beracun untuk coyote:
Coyote adalah salah satu predator paling sukses di Amerika Utara. Mereka mampu bertahan hidup di berbagai habitat dan dapat ditemukan di berbagai bagian negara. Coyote adalah pemburu oportunistik dan akan memakan apa saja yang bisa mereka tangkap. Mereka terutama berburu hewan kecil seperti kelinci, tikus, dan burung, tetapi mereka juga akan memakan serangga, bangkai, dan buah.
Coyote menggunakan berbagai taktik berburu tergantung pada situasinya. Mereka mungkin mengintai mangsanya sampai cukup dekat untuk mengejarnya, mengejarnya di wilayah terbuka, atau menyergapnya dari balik perlindungan. Coyote juga dikenal melingkari mangsanya sebelum menyerang. Mereka menggunakan gigi tajam dan rahang yang kuat untuk membunuh mangsanya dengan cepat.
Untuk mangsa kecil mereka akan sering berburu sendirian, mengintai mangsanya dan kemudian menerkamnya. Untuk mangsa yang lebih besar seperti rusa atau ternak mereka akan sering berburu dalam kelompok kecil. Bekerja sebagai satu kesatuan untuk mengepung dan melecehkan target. Mereka mengincar daerah tenggorokan atau jugularis pada mangsa yang lebih besar dan lebih kecil, tetapi mungkin juga mengincar kepala pada mangsa yang lebih kecil. Ketika mereka telah menyerang, mereka akan mengguncang dan melepaskan mangsanya.

Coyote adalah bagian penting dari ekosistem karena mereka membantu menjaga populasi hewan lain tetap terkendali. Mereka adalah karnivora predator teratas di beberapa ekosistem, memberikan sejumlah manfaat. Mereka memakan hewan kecil seperti tikus, kelinci, dan mesokarnivora (seperti rubah , rakun , dan sigung) yang menjaga populasi mereka agar tidak terlalu tinggi. Ini juga membantu menjaga keanekaragaman hayati.
rubah merah terkenal karena merampok sarang burung, dan dengan membantu mengendalikan populasi rubah, mereka membantu melindungi populasi burung tertentu.
Coyote dianggap sebagai spesies kunci. Ini berarti bahwa kehadiran (atau kurangnya) mereka dalam suatu ekosistem memiliki efek langsung pada komunitas biologis. Coyote juga membantu menyebarkan benih melalui kotorannya, yang membantu tanaman menyebar dan tumbuh.
Coyote tidak terancam oleh kebanyakan predator, tetapi mereka dapat dimangsa oleh singa gunung dan serigala. Selain itu, mereka mungkin dibunuh oleh manusia yang menganggapnya sebagai gangguan atau ancaman bagi ternak. Di beberapa daerah, coyote dianggap sebagai hewan buruan dan diburu untuk olahraga, atau dikelola di bawah program pengendalian predator yang mematikan. Terlepas dari ancaman ini, coyote tidak terancam punah dan populasinya stabil.