Serigala Maned
Lainnya / 2026

Walrus adalah salah satu hewan paling ikonik di Arktik. Mereka adalah mamalia besar dan gemuk yang hidup di perairan es dekat Kutub Utara. Ada dua spesies walrus: walrus Pasifik dan walrus Atlantik. Kedua spesies tersebut dianggap rentan terhadap kepunahan akibat perburuan dan perubahan iklim.

Walrus Pasifik adalah spesies walrus terbesar. Jantan bisa tumbuh hingga 11 kaki panjangnya dan beratnya mencapai 3500 pon! Betina lebih kecil, biasanya mencapai panjang sekitar sembilan kaki dan berat hingga 1600 pon.
Walrus memiliki lapisan lemak yang tebal, yang membantu mereka tetap hangat di perairan Arktik yang dingin. Mereka juga memiliki taring yang panjang, yang panjangnya bisa mencapai tiga kaki. Walrus menggunakan mereka gading untuk berbagai tujuan, termasuk menembus es, menggali makanan, dan berkelahi.
Walrus adalah hewan sosial dan hidup dalam kawanan hingga beberapa ribu individu. Mereka kebanyakan ditemukan di es laut, di mana mereka beristirahat dan melahirkan. Walrus memakan berbagai makhluk laut, termasuk kerang, kepiting, dan siput.

Walrus Atlantik lebih kecil dari walrus Pasifik, dengan jantan mencapai panjang sekitar sembilan kaki dan berat hingga 2000 pon. Betina biasanya memiliki panjang tujuh kaki dan berat hingga 1100 pon.
Seperti walrus Pasifik, walrus Atlantik memiliki lapisan lemak yang tebal dan taring yang panjang. Ia juga hidup dalam kawanan dan memakan berbagai makhluk laut. Namun, walrus Atlantik kurang sosial daripada walrus Pasifik dan biasanya ditemukan dalam kelompok yang lebih kecil.
Walrus Atlantik juga lebih mungkin ditemukan di darat, daripada di es laut. Ini karena es laut di Samudra Atlantik lebih sedikit daripada di Samudra Pasifik.
Walrus cukup menarik. Misalnya, mereka memiliki gading panjang yang terbuat dari gading yang dapat tumbuh hingga tiga kaki panjangnya. Mereka juga memiliki kumis di wajah mereka yang panjangnya mencapai dua kaki! Dan tahukah Anda bahwa walrus dapat memiliki berat hingga empat ribu pound?
Makanan mereka sebagian besar terdiri dari kerang dan kerang lainnya yang mereka hisap dari lumpur di dasar laut. Mereka juga memakan cumi-cumi, gurita, kepiting, dan ikan. Untuk mendapatkan makanan mereka, mereka menggunakan taring panjang mereka untuk menembus es.
Walrus bersifat sosial hewan dan hidup dalam kawanan hingga beberapa ribu individu. Betina dan walrus muda bersatu dalam kelompok sementara jantan cenderung hidup sendiri atau dalam kelompok kecil.
Selama musim kawin, walrus jantan akan bertarung satu sama lain untuk mendapatkan kesempatan kawin dengan betina. Pemenang pertarungan ini akan kawin dengan beberapa betina dan kemudian pergi sendiri lagi.
Anak sapi Walrus lahir dengan berat sekitar enam puluh hingga seratus pon. Mereka bisa berenang dan menyelam segera setelah lahir tetapi tetap dekat dengan ibu mereka untuk perlindungan.
Walrus dapat hidup sekitar tiga puluh hingga empat puluh tahun di alam liar.
Kedua spesies walrus ini dianggap rentan terhadap kepunahan. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk perburuan dan perubahan iklim. Walrus diburu untuk diambil daging, minyak, kulit, dan gadingnya. Dalam beberapa tahun terakhir, ancaman terbesar bagi walrus adalah perubahan iklim. Saat Arktik menghangat dan es laut mencair, walrus kehilangan habitatnya. Ini adalah masalah serius, karena walrus bergantung pada es laut untuk beristirahat, melahirkan, dan memberi makan.
Jika kita ingin melindungi makhluk agung ini, penting untuk mengurangi ketergantungan kita pada bahan bakar fosil dan berhenti berburu mereka. Kita juga harus bekerja untuk melestarikan habitat mereka dengan mengurangi dampak kita terhadap lingkungan. Hanya dengan begitu kita dapat memastikan bahwa walrus ada untuk generasi yang akan datang.